Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Pertanyaan Umum

Apa perbedaan wakaf digital dengan e-wakaf?

Wakaf digital adalah ibadah wakaf yang wujud harta bendanya berupa aset digital, sedangkan e-wakaf adalah kegiatan wakaf yang dilakukan secara elektronik dengan bantuan alat digital.

Apakah e-money termasuk ke dalam aset wakaf digital?

Tidak, e-money atau uang digital lainnya termasuk ke dalam jenis kategori harta benda wakaf berupa uang atau alat tukar resmi sesuai dengan ketentuan syariah dan perundangan-undangan yang berlaku.

Apa saja bentuk karya intelektual yang dikelola oleh yayasan?

Yayasan menerima setiap bentuk karya intelektual dalam format digital, tetapi yayasan tidak bertanggung jawab terhadap originalitas dari hasil karya intelektual wakif, sepenuhnya kembali kepada kejujuran wakif.

Apakah yayasan menerima wakaf melalui uang untuk dikonversi menjadi aset digital?

Tidak, yayasan hanya menerima benda wakaf yang sudah berwujud digital dengan kepemilikan sepenuhnya ditangan wakif secara utuh dan bukan dalam bentuk lisensi atau hak guna pakai.

Apakah yayasan mendapatkan keuntungan hasil pengelolaan aset wakaf digital?

Ya, yayasan sebagai nazhir berhak mendapatkan keuntungan maksimal 10% dari keuntungan bersih pengelolaan aset digital sesuai dengan peraturan Badan Wakaf Indonesia (BWI) Nomor 01 Tahun 2020.

Apakah wakif berhak memperoleh keuntungan dari hasil aset digital wakaf produktif?

Tidak, wakaf adalah bentuk amal jariyah yang mendatangkan pahala bagi wakif. Namun pihak keluarga, kerabat dan ahli waris boleh menerima keuntungan yang disyaratkan (wakaf ahli) oleh wakif pada saat ikrar wakaf.

Apakah wakif boleh membatalkan dan menjual kembali aset digital yang telah diwakafkan?

Tidak, ikrar wakaf tidak dapat dibatalkan dan wakif tidak boleh menjual aset digital yang telah disepakati dalam ikrar wakaf, tetapi wakif dapat merubah peruntukan dan status benda wakaf sesuai dengan hukum yang berlaku.